Kafein Pada Kopi, Teh Dan Cokelat; Mana Yang Lebih Baik?

Kafein merupakan salah satu stimulan alami yang terkandung dalam kopi, coklat dan teh. Dan bukan rahasia lagi, kafein bisa membantu seseorang lebih bertenaga, meningkatkan mood, meningkatkan level kewaspadaan, hingga menurunkan kelelahan. 

Tidak hanya itu, dikutip dari Webmd, kafein juga bisa membuat sistem metabolik meningkat. Sebuah penelitian juga menemukan, meminum satu gelas kopi yang mengandung kafein bisa menaikan sistem metabolik hingga 3–4%. Artinya, kalori yang terbakar akibat meminum kafein menjadi lebih besar.

Kafein pun bisa membantu meningkatkan kesehatan jantung, jika dikonsumsi dalam jumlah yang moderat. Sebuah penelitian menemukan bahwa perempuan yang mengonsumsi kafein dalam jumlah moderat secara signifikan, memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit jantung dibandingkan mereka yang meminum kafein lebih sedikit. 

Penelitian lainnya di 2015 juga menemukan, kalau meminum kafein bisa mengurangi risiko kanker, termasuk kanker rahim. Namun, di antara produk kafein yang ada di kopi, coklat, dan teh, manakah yang terbaik?

Dalam segelas kopi mengandung 95 mg kafein. Dilansir dari Healthline, biji kopi yang berwarna lebih pekat memiliki kafein yang lebih tinggi dibandingkan yang warnanya lebih terang. 

Kopi juga bisa membantu tubuh melawan kondisi-kondisi yang umum diderita oleh perempuan, seperti penyakit Alzheimer dan penyakit jantung. Itu dikarenakan kopi mengandung antioksidan dan senyawa aktif lain, yang bisa mengurangi peradangan internal dan melindungi tubuh dari penyakit. 

Mereka yang minum dua sampai tiga gelas kopi per hari, disebut bisa memperlambat terkena demensia. 

Penelitian tersebut melibatkan partisipan perempuan usia 65 tahun ke atas dan ini berkat kekuatan kafein pada kopi.

Sementara pada teh, kafein yang terkandung di dalamnya tergantung pada jenis teh yang dikonsumsi. Semisal, pada teh hitam mengandung 47 mg kafein, teh hijau ada sekitar 20 sampai 45 mg, dan kafein pada teh putih mencapai 60 mg dalam satu gelasnya. 

Kafein pada teh terbanyak terdapat dalam matcha yang biasanya mengandung 35 mg kafein per satu gramnya.

Sama halnya seperti kafein dalam kopi, kafein pada teh juga bisa mengurangi risiko terkena penyakit Alzheimer, khususnya teh hijau. Meminum teh juga bisa menurunkan risiko semua jenis kanker, menurut sebuah penelitian di 2015. 

Selain itu, kafein pada teh juga dapat membantu membakar lemak lebih cepat. Pada sebuah jurnal yang dirilis pada Molecules di 2018, polyphenols pada teh hijau bisa membantu menurunkan berat badan. Hal ini disokong oleh kandungan kafein yang ada di teh.

Satu lagi yang mengandung kafein adalah cokelat. Biasanya jumlah kafein yang terkandung di dalam cokelat dilihat dari seberapa gelap cokelat tersebut. Semakin gelap warnanya, maka semakin besar pula kafein yang ada di dalamnya. 

Dikutip dari Healthline, cokelat hitam mengandung sekitar 12 mg kafein per ons, sedangkan cokelat susu sekitar 9 mg per 1,5 ons. Berbeda dengan kedua jenis cokelat lainnya, cokelat putih tidak memiliki kafein sama sekali karena terbuat dari cocoa butter.

Pada cokelat, terdapat kandungan khusus yang bisa ditemukan bersamaan dengan kafein yaitu theobromine. Theobromine dan kafein dapat menstimulasi sistem pusat saraf manusia. Hal ini bisa mempengaruhi tingkat kewaspadaan seseorang dan secara efektif juga mempengaruhi mood. Theobromine juga mempunyai efek anti peradangan dan bisa membantu menghambat pertumbuhan tumor.

Itulah sejumlah perbedaan produk kafein yang terdapat pada kopi, teh, dan cokelat. Ketiganya memiliki manfaat masing-masing yang bagus untuk tubuh asalkan tidak dikonsumsi berlebihan.

Tinggalkan komentar

Open chat
Butuh bantuan?
Hai, Ada ada yang bisa dibantu?